Langsung ke konten utama

Belajar Menulis Hari ini

 "Apa?" seru Rima ketika mendengar bahwa aku akan berangkat ke Ausi besok.

"Tak masuk akal tiba-tiba kamu berencana pergi gitu," Rima menggelengkan kepala dengan raut yang kecewa.

"Kita baru kemarin sepakat kita kuliah bareng di sini". Wajah kaku Rima dan tatap tajam seolah membelahku jadi beberapa bagian.

"Kamu aktris hebat. Kemarin kita cuap-cuap merencanakan banyak hal sama-sama. Ternyata... Kamu sembunyiin hal besar ini sejak lama. Good ... Good job. Really-really good job". 

Aku hanya bisa pasrah, diam dan menatap kekecewaan sahabatku yang selalu bersama sejak berseragam putih biru. Waktu yang lama untuk mengerti satu sama lain diselingi riak perbedaan dalam banyak hal dan kembali bersama setelah kami sadar bahwa persahabatan kami lebih kuat daripada membesarkan masalah yang ada.

Komentar

  1. Balasan
    1. Iya maunya 🤭. Itu bisa jadi prolog ya....😳

      Hapus
  2. Selamat pagi bun Dwi..🙏
    Awal kisah yang bagus...saya menyimak...🤩

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pagi. Terima kasih. Ingin dilanjutkan. Semoga Ilham rajin datang🤭☺️

      Hapus
  3. Wah 🤩🤩🤩 lanjut Miss

    BalasHapus

Posting Komentar